Home » » Ayam Hias Golden Pheasant (Ayam Pegar Emas)

Ayam Hias Golden Pheasant (Ayam Pegar Emas)

Written By Achmad Zulhan on Jumat, 02 Desember 2016 | 00.22

Ayam Hias Golden Pheasant (ayam pegar emas)

ayam-hias.com - Ayam golden pheasant / ayam pegar emas awalnya berasal dari dataran china bagian tengah, pecinta unggas di inggris dan amerika  juga banyak yang menangkarkan jenis ini karena keindahannya dan merupakan salah satu jenis pheasant yang terpopuler. 


Di Indonesia sendiri juga sudah mulai banyak di jumpai ayam hias red golden pheasant / ayam pegar emas ini. Red golden pheasant ini memiliki postur yang panjang dengan pejantan dewasa memiliki jambul kuning keemasan penuh, halus dengan mungkin sedikit bercak merah di ujung-ujungnya. Wajah, tenggorokan, dagu dan sisi leher yang merah karat; cuping dan lingkar kulit muka adalah kuning. Warna ruff atau jubah adalah merah tua ke oranye terang, pada setiap bulu dengan batasan biru-kehitaman. Bagian atas punggung adalah hijau dan sisanya punggung bawah kuning keemasan. Dada merah padam; panggul dan bagian bawah adalah merah padam berubah menjadi cokelat muda. Lapisan bulu sayap biru dan merah tua. Bulu ekor tengah berwarna hitam, dengan bercak lurik sampai ujung ekor. Pada jantan muda sama serupa dengan betina, tapi akan memiliki ekor bercorak dan divariasi bulu merah keluar diantara bulu pangkal ekor. Betina jauh tidak lebih mencolok, cenderung kusam berbintik-bintik coklat bulu mirip dengan pheasant biasa umumnya. lebih gelap dan ramping daripada spesies pheasant lainya.




Unggas jenis ini juga dapat terbang layaknya burung, untuk kandang yang ideal sebaiknya ukuran 1,5m x 2,5m denga tinggi 3m. Red golden pheasant jantan memiliki warna yang lebih cerah dari betinanya. Untuk perawatan red golden pheasant ini terbilang mudah, cukup diberikan pakan biji-bijian seperti beras merah, jagung pecah, dan pur ayam sehari dua kali ditambah dengan pemberian extra food jangkrik seminggu sekali. Pembersihan kandang juga bisa dilakukan seminggu sekali untuk tetap menjaga kebersihannya.



Red golden pheasant ini sekali nelur terbilang banyak yang dapat bertelur hingga 30 butir satu periodenya, Golden Pheasant akan mulai bertelur  5 hingga 12 telur pada bulan April dan, jika diambil untuk diinkubasi atau ditetaskan, akan bertelur lagi dibulan Juni. Betina menginkubasi telur selama 22-23 hari. Perlu dicatat bahwa tidak semua Golden Pheasant betina menjadi induk yang baik, kadang ceroboh dengan anak atau telur mereka. Dianjurkan untuk melatih Golden Pheasant untuk mengeram & menetaskan telurnya.

Anak Golden Pheasant umumnya mudah untuk dibesarkan dan rata-rata bisa mencapai umur 5-6 tahun di alam liar tetapi dipenangkaran dengan pakan dan nutrisi yang baik bisa mencapai umur 15-20 tahun

0 komentar:

Posting Komentar